Langsung ke konten utama

Belajar React #3 — Memahami State & Event Handling (React Mulai Hidup!)

Pada artikel sebelumnya saya sudah belajar membuat project React, memahami JSX, component, dan props. Pada tahap itu, UI masih bersifat statis.

Mulai artikel ini, React akan terasa semakin menarik karena saya mulai belajar bagian penting yang membuat UI menjadi dinamis: State & Event Handling.


1. Apa Itu State dalam React?

State adalah data internal yang disimpan oleh sebuah component. Berbeda dengan props yang dikirim dari luar, state dikelola di dalam component dan dapat berubah seiring interaksi.

Ketika state berubah → React otomatis me-render ulang tampilan terkait.

React menyediakan hook bernama useState untuk membuat state.

Contoh dasar:

import { useState } from "react";

function Counter() {
  const [count, setCount] = useState(0);

  return (
    <div>
      <p>Count: {count}</p>
      <button onClick={() => setCount(count + 1)}>Tambah</button>
    </div>
  );
}

export default Counter;

Penjelasan singkat:

  • count → nilai state

  • setCount → fungsi untuk mengubah state

  • useState(0) → nilai awal state adalah 0

Ketika tombol diklik, angka akan bertambah.


2. Event Handling: Membuat UI Bereaksi

Event handling adalah cara React merespons aksi pengguna: klik, input, hover, submit, dll.

React menggunakan sintaks seperti HTML tetapi dengan gaya JavaScript:

  • onClick

  • onChange

  • onSubmit

Contoh sederhana:

<button onClick={handleClick}>Klik Saya</button>

Event handler adalah fungsi JavaScript biasa.


3. Studi Kasus Praktikal: Membuat Counter Interaktif

Mari praktik membuat component "Counter" untuk memahami konsep dengan jelas.

Langkah 1 — Buat file component

src/components/Counter.jsx

Isi file

import { useState } from "react";

function Counter() {
    const [value, setValue] = useState(0);

    function increment() {
        setValue(value + 1);
    }

    function decrement() {
        setValue(value - 1);
    }

    return (
        <div>
            <h2>Counter</h2>
            <p>Nilai: {value}</p>
            <button onClick={decrement}>-</button>
            <button onClick={increment}>+</button>
        </div>
    );
}

export default Counter;

Langkah 2 — Panggil di App.jsx

import Counter from "./components/Counter";


function App() {
  return (
    <div>
      <h1>Belajar State & Event Handling</h1>
      <Counter />
    </div>
  );
}


export default App;

Coba klik tombolnya — angka akan berubah.




4. Studi Kasus Tambahan: Input Form Sederhana

State juga digunakan untuk menangani form.

Buat file:

src/components/FormName.jsx

Isi file:

import { useState } from "react";

function FormName() {
    const [name, setName] = useState("");


    return (
        <div>
            <h2>Form Nama</h2>
            <input
            type="text"
            placeholder="Masukkan nama..."
            value={name}
            onChange={(e) => setName(e.target.value)}
            />


            <p>Halo, {name || "..."}</p>
        </div>
    );
}


export default FormName;
Penjelasan:
  • value={name} menjadikan input sebagai controlled component

  • onChange mengubah state berdasarkan input pengguna

Kemudian dipanggil di App.jsx seperti ini : 

import FormName from "./components/FormName";


function App() {
  return (
    <div>
      <h1>Belajar State & Event Handling</h1>
      <FormName />
    </div>
  );
}


export default App;

Hasilnya seperti ini 




5. Kesalahan yang Sering Saya Temui

State tidak berubah padahal memanggil setState

Biasanya karena:

  • menggunakan variabel state lama tanpa memanggil fungsi updater

  • salah penempatan hook (useState harus di level teratas function)

Event tidak berjalan

Biasanya karena:

  • lupa menulis onClick={}

  • salah penulisan nama event (harus camelCase)

Error: Invalid hook call

Terjadi jika:

  • memanggil useState bukan di dalam component

  • menggunakan React versi ganda


6. Hasil Belajar Hari Ini

Di artikel ini saya sudah mempraktikkan:

  • Apa itu state dan kenapa penting

  • Cara menggunakan useState

  • Event handling (onClick, onChange)

  • Membuat Counter interaktif

  • Membuat input form dinamis

UI React sekarang tidak hanya tampil, tapi bereaksi terhadap tindakan pengguna.


Artikel Selanjutnya

Belajar React #4 — Conditional Rendering & List Rendering

Di artikel berikutnya saya akan belajar bagaimana menampilkan daftar data, memetakan array dengan .map(), dan menampilkan UI secara kondisional.

Sampai jumpa di artikel selanjutnya! 🚀

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Efektif Menggunakan StringGrid

StringGrid merupakan salah satu VCL yang sangat berguna. Jika anda sudah familiar dengan Webbased Application, anda bisa analogikan StringGrid dengan Table. Table digunakan untuk meenampilkan data. Adapun StringGrid, selain sebagai komponen untuk menampilkan data, dia juga juga bisa sebagai tempat untuk memasukkan data, lihat gambar di bawah ini : Pada gambar di atas, saya menampilkan form jurnal umum sebagai contoh penggunaan StringGrid. Pada contoh di atas, stringgrid dipakai untuk memasukkan data item jurnal berupa Kode dan nama perkiraan, status Debet/Kredit dan Nominal. Untuk memanfaatkan Stringgrid saya mempunyai beberapa konstanta yang mencerminkan nomor urut kolom, misalnya _KolKode merujuk pada kolom Kode Perkiraan, _KolNama merujuk pada kolom Nama. Lebih jelasnya lihat baris kode berikut : Const _KolKode : Integer = 0; _KolNama : Integer = 1; _KolDK : Integer = 2; _KolNominal : Integer = 3; Konstanta-konstanta tersebut saya pakai di beberapa tempat. Diantaran...

Object Oriented Programming (OOP) Pada Delphi - Bag 1

Object Pascal, adalah sebuah bahasa dimana delphi menjadi salah satu IDE (Integrated Development Environment) nya, adalah sebuah bahasa yang mendukung penuh konsep OOP. Sederhananya, bahasa ini memungkinkan bagi programmer untuk membuat dan memanipulasi object. Lebih detailnya, bahasa ini mendukung empat prinsip pokok OOP yaitu : Data Abstraction, Encapsulation, Inheritance, Polymorphism. Mempelajari OOP berbeda dengan mempelajari Delphi. Apalagi bagi seorang yang sudah mengenal bahasa Pascal. Bisa jadi ada orang yang sangat mahir delphi/pascal namun sangat lemah pada konsep OOP. Apa itu OOP? Apa Itu Object? Apa Itu Kelas? OOP adalah semua hal yang berkaitan dengan writing programs that manipulate objects : ). Delphi, Java, C++ adalah beberapa contoh bahasa yang mendukung OOP. Ketiga bahasa di atas mempunyai prinsip-prinsip OOP yang sama, tentunya dengan sintaks (penulisan baris kode program) yang berbeda. Sekali kita sudah menguasai konsep OOP, maka akan begitu mudah mempelaja...

Menambahkan Function Pada Fast Report

Fast report merupakan salah satu reporting tool yang banyak dipakai oleh para developer delphi. Fast Reprt menyediakan built-in function yang sangat memudahkan kita dalam membuat sebuah laporan. Namun adakalanya kita membutuhkan function/procedure yang tidak ada pada built-in function bawaan fast report. Oleh karena itu kita harus menambahkan sendiri. Untuk menambahkan function pada fast report kita perlu membuat kelas yang diturunkan dari TfsRTTIModule. Lebih jelasnya lihat baris kode berikut ini : unit uTSFastReportFunction; interface uses SysUtils, Classes, fs_iinterpreter, Forms; type TTSFastReportFunction = class(TfsRTTIModule) private function CallMethod(Instance: TObject; ClassType: TClass; const MethodName: String; var Params: Variant): Variant; public constructor Create(AScript: TfsScript); override; function Quot(AString : String): String; end; const _Kategori : string = 'My Functions'...