8 Kebiasaan Buruk Programmer (Yang Harus Dihindari)

Seorang programmer juga manusia biasa :). Berbuat kesalahan adalah suatu kewajaran. Yang membuat tidak wajar jika kesalahan - kesalahan tersebut menjadi kebiasaan. Dalam artikel ini saya akan bawakan beberapa kebiasaan programmer yang harus kita hindari.


1. Copy Paste

Copy-paste adalah salah satu dari 10 penyebab kesalahan yang paling sering terjadi di dunia pemrograman. Kalau anda suka main copy-paste mungkin akan terkejut. Kenapa hal ini bisa terjadi? Ya... ketika kita melakukan copy-paste kode program, seringnya kita lupa untuk menyesuaiakan kode baris hasil copy-paste tadi. Padahal, mungkin saja ada variable, nama form, dll yang perlu disesuaikan.

2. Tidak Menginisialisasi Function

Jangan serahkan inisialisasi return value sebuah function kepada compiler. Ini yang selalu saya tekankan pada setiap kali membuat function. Kenapa demikian? Karena persepsi kita tentang default value sebuah tipe data mungkin berbeda dengan yang dilakukan oleh compiler. Oleh karena itu, dari pada terjadi perbedaan , lebih baik kita beri saja default return value untuk setiap function yang kita buat. Ingat, letakkan inisialisasi return value ini pada baris pertama dari function tersebut. Perhatikan contoh berikut ini :


function TPelanggan.RemoveData: Boolean;
var
  sSQL: string;
begin
  Result := False; // letakkan baris kode ini pada awal function
  
  sSQL := 'Delete from TPelanggan where ID = ' + IntToStr(ID);
  if ExecuteSQL(sSQL) then
    Result := True;
end; 

3. Tidak Mengapit instansiasi suatu kelas dengan try .. finally

Anda sering mengalamai memory leak? Hmm ... mungkin anda termasuk tipe programmer yang sering melakukan kebiasaan buruk nomor tiga ini. Saya mempunyai dua artikel menarik yang membahas memory leak. Silahkan buka di sini dan di sini.

4. Tidak mendokumentasikan source code

Kebiasaan no 4 ini juga bahaya. Sering kita jumpai seorang programmer duduk lama di depan komputernya sambil mengernyitkan dahi. Dia bingung dengan program yang dulu pernah dia tulis. Hal ini sering muncul ketika terjadi bug dan kita kebagian untuk membetulkan bug tersebut. Hal ini bisa terjadi karena tidak ada dokumentasi yang memadai berkaitan dengan alur sebuah program. Oleh karena itu penting bagi kita untuk merapikan dokumentasi program, baik yang di dalam maupun luar source code. Ada ungkapan yang patut kita renungkan yaitu : don't code today what you can't debug tomorrow

5. Tidak menggunakan Versionining Control (VC).

Manfaat yang paling saya rasakan dengan VC adalah untuk back up ource code. Dengan menggunanakan VC secara tidak langsung kita sudah melakukan back up source ke server VC. VC juga sangat bermanfaat untuk bekerja dengan banyak programmer. Dengan adanya VC kita bisa melakukan penggabungan source code dari beberapa programmer dengan mudah. Dengan VC juga kita bisa mengembalikan source code kita ke versi sebelumnya. Dengan VC juga kita bisa men-trace baris kode yang diubah oleh siapa yang menimbulkan error (Gunakan fitur "Blame" pada SVN). Dua VC yang sering saya pakai adalah SVN dan FreeVCS

6. Membuat Method yang panjang
Saya sendiri sebisa mungkin membatasi panjang method hanya 10 baris (begin .. end tidak dihitung). Satu method seharusnya hanya mengeksekusi satu task. Method yang panjang biasanya akan banyak task yang diekekusi pada method tersebut. Hal ini sangat membingungkan ketika proses debugging.

7. Mau kerja kalau ada mood
Seorang programmer haruslah menjadi seorang yang profesional. Siap kapanpun untuk menghadapi tantangan. Jangan sampai karena sedang ada masalah, semua pekerjaan di kantor terganggu.

8. Penamaan variable/method yang tidak standar

Menurut William C. Wake (2004), penamaan variable juga sangat penting untuk menjelaskan bagaimana sistem bekerja.Jadi , ingatlah jangan pernah memberi nama sembarangan.

Di bawah ini merupakan guideline penamaan yang baik untuk digunakan di dalam object oriented software development :

1. Gunakan verb (kata kerja) untuk hal-hal yang berkaitan dengan proses manipulasi atau behaviour objek.

2. Gunakan noun (kata benda) atau adjective(kata sifat) untuk hal-hal yang berkaitan dengan atribute,state,dan entity .

3. Lebih disukai penamaan satu kata.

4. Penamaan memperhatikan unsur komunikatif.

5 comments:

Nyux Ng said...

Wah....betul tuch bang, kayaknya saya kena semuanya...!!! pantes aja selama ini program yg aku bikin selalu Versi Beta...!!!

Bagus Prasojo said...

He..he

Anonymous said...

Mas tlng jlskn cara menggunkn VC itu soalnya sy slma ngoding blm prnh mnggunkn cara trsbt. Thanks

Bagus Prasojo said...

Oks. Saya juga berencana akan menulis artikel tentang SVN. Untuk mendapatkan artikel-artikel dari blog ini silahkan mendaftarkan email anda. thx

Andhika Wiratama said...

Itu sering terjadi di web programming, tapi kalo di programming dekstop biasanya plannignya sudah terstuktur dan dokumentasinya pun mantap …

Post a Comment